Ketika Paiman Gugat Roy Suryo Cs : Makin Banyak Orang Baik Dipenjara

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:03 WIB

50226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

KEBERANIAN mantan Wakil Menteri Desa, Paiman Raharjo, dalam menggugat Roy Suryo Cs atas tuduhan fitnah terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, diyakini lahir dari dua dorongan utama. Pertama, kekhawatiran berlebihan bahwa ijazah Presiden Jokowi benar-benar terbukti palsu. Kedua, adanya keyakinan terhadap perlindungan kekuasaan hukum yang berpihak pada atasannya, Jokowi.

Gugatan tersebut didaftarkan pada Selasa, 15 Juli 2025, dengan nomor perkara 456/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst. Selain Roy Suryo, enam tergugat lain dalam perkara ini adalah Eggi Sudjana, Tifauzua Tyassuma, Kurnia Tri Royani, Rismon Hasiholan Sianipar, Bambang Suryadi Bitor, dan Hermanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seandainya para penegak hukum benar-benar takut kepada azab Allah SWT, barangkali Paiman akan berpikir dua kali sebelum menggugat mereka yang justru sedang memperjuangkan keadilan. Polisi pasti akan melakukan penyelidikan ke Pasar Pramuka Pojok, serta memanggil Paiman dan orang-orang dekatnya, seperti Sungkono dan Ibu Kana, untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemalsuan ijazah Jokowi.

Fenomena ini menggambarkan wajah penegakan hukum yang lebih mirip bisnis katering: kebenaran tidak lagi berdiri di atas nilai-nilai objektif, tetapi tergantung pada pesanan. Soal rasa atau keadilan menjadi nomor sekian; yang utama adalah kepuasan pemesan.

Tampaknya Paiman tidak mempertimbangkan dinamika perubahan “musim politik”, hingga dengan penuh percaya diri ia menantang Roy Suryo dan kawan-kawan secara terbuka. Ia mungkin lupa bahwa keabadian hanya milik Allah SWT, bukan milik manusia, apalagi pemimpin yang sedang berkuasa.

Ramalan cuaca politik saat ini menunjukkan angin sedang berembus ke arah para pencari kebenaran dan keadilan. Hujan deras bisa datang sewaktu-waktu, menimbulkan banjir yang berpotensi menyeret mereka yang selama ini membungkam suara kebenaran demi kepentingan politik sesaat.

Situasi politik kini bahkan menyerupai bait lagu Ebiet G. Ade: “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah laku kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.” Bisa jadi, Paiman akan menjadi korban pertama dari watak otoriter dalam gaya kepemimpinan Jokowi.

Pada akhirnya, kita harus percaya bahwa: “Sebesar apa pun kejahatan, tak akan pernah kuasa mengalahkan kebenaran. Dan sekecil apa pun kebenaran, tak akan pernah bisa binasa.”

Berita Terkait

Mafia Perbankan Berkedok Legalitas: Dugaan Kejahatan Terorganisasi di Tubuh PT Bank UOB Indonesia
Menelisik Makelar Jabatan di Lingkaran Panglima

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:21 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:55 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:13 WIB

Kolaborasi Polisi dan Warga Berhasil Tekan Peredaran Sabu di Aceh Tenggara, Penegakan Hukum Terus Diperkuat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:41 WIB

Perang Melawan Narkoba di Aceh Tenggara: Sinergi Aparat dan Masyarakat Menekan Peredaran Gelap

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:40 WIB

Polisi dan Warga Sukaraja Sukseskan Lahan Jagung 1 Hektar untuk Pangan Nasional

Senin, 25 Mei 2026 - 18:54 WIB

Sat Reskrim Polres Simalungun Gelar Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS, Siapkan Penegak Hukum Hadapi Era Baru KUHAP

Senin, 25 Mei 2026 - 10:18 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:43 WIB

Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut

Berita Terbaru

error: Content is protected !!