Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di berbagai wilayah selama Juli 2025. Sebanyak 12 orang tersangka ditangkap, termasuk satu orang yang masih di bawah umur.
Pengungkapan kasus ini bermula dari tujuh laporan polisi yang diterima jajaran Polres di wilayah hukum Polda Jatim. Dalam waktu dua minggu, Subdit III Jatanras Ditreskrimum berhasil mengamankan para pelaku yang berasal dari Kabupaten Malang (4 orang), Pasuruan (6 orang), dan Lumajang (2 orang).
“Dalam dua minggu, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil menangkap 12 tersangka dari Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Lumajang,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Jumat (1/8/2025), dilansir dari laman jatimnow.
Salah satu tersangka yang masih di bawah umur telah dititipkan ke Balai Pemasyarakatan Anak. Para pelaku beraksi di tujuh lokasi berbeda, yakni empat tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Malang, dan masing-masing satu TKP di Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
Polisi menyita 17 unit sepeda motor berbagai merek, satu unit mobil pikap, serta sejumlah barang bukti lain seperti kunci T, mesin Gaby, handphone, dan beberapa kaos yang digunakan para pelaku saat beraksi.
Modus yang digunakan para pelaku terbilang klasik namun efektif. Mereka menyasar kendaraan yang diparkir di tempat-tempat sepi, seperti halaman apotek, warung kopi, rumah makan, teras rumah, hingga lahan kosong seperti kebun dan sawah.
“Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat dan kerja keras anggota Ditreskrimum,” ujar Jules.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini penyidik masih terus mendalami jaringan curanmor ini, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain maupun penadah barang hasil curian. Selain itu, polisi juga berupaya mengembalikan barang bukti kepada para pemiliknya.
“Pengungkapan ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada, selalu memarkir kendaraan di tempat yang aman, dan menggunakan kunci ganda,” tutupnya. (*)

































