SUBULUSSALAM, ACEH – Media sosial tak selalu menjadi ruang hiburan semata. Di tangan sebagian pengguna, platform seperti TikTok justru menjadi wadah berbagi dan menebar manfaat. Hal itulah yang dilakukan oleh akun TikTok @zihalinggaphotography, yang menggelar aksi sosial membagikan hasil “Perang Koin” kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Subulussalam, Aceh, Senin (4/8/2025).
Irwan Lingga, sosok di balik akun tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan semata hasil upaya pribadi. Ia menyebutkan sejumlah komunitas dan kreator TikTok yang turut berperan dalam aksi ini, seperti FAMLY ASW, CLASA, NANA, serta tim support lainnya.
“Ini bukan dari saya sendiri. Banyak teman-teman TikTok yang ikut mendukung dan memberikan donasi koin. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya.
“Perang Koin” atau PK sendiri merupakan istilah yang digunakan para kreator TikTok untuk menyebut aktivitas saling memberi hadiah virtual berupa koin yang kemudian dapat diuangkan. Melalui pendekatan kreatif ini, Irwan dan komunitasnya membuktikan bahwa dunia digital pun bisa menjadi jalan untuk berbagi kebaikan.
Dalam tradisi Islam, menyantuni anak yatim memiliki makna yang mendalam. Tidak hanya sebagai bentuk bantuan materi, namun juga sebagai ekspresi kasih sayang, kepedulian sosial, dan upaya memuliakan kaum yang rentan.
Wanhar Lingga, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya menyantuni anak yatim sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman. “Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menanggung anak yatim akan bersanding dekat dengan beliau di surga. Memberi santunan juga melembutkan hati dan mendatangkan pahala berlipat,” ucapnya.
Ia menambahkan, santunan seperti ini turut berkontribusi dalam penguatan solidaritas sosial dan pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah pedalaman seperti Subulussalam.
Dalam Al-Qur’an dan Hadits, menyantuni anak yatim bahkan menjadi salah satu amalan utama. Hadits riwayat Bukhari menyebutkan bahwa kedudukan orang yang mengurus anak yatim di surga sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW.
Aksi sosial yang dilakukan melalui media digital seperti ini memperlihatkan wajah lain dari dunia maya: ruang yang bisa dimanfaatkan untuk kepedulian, kebajikan, dan solidaritas lintas platform. (SP)

































