Blangkejeren — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membahas kolaborasi pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) bersama Bank Pembangunan Jerman atau Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), Senin (4/8/2025).
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Amrin, mengatakan kerja sama ini menjadi bukti bahwa konservasi bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang mempertemukan Pemerintah Jerman dan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemkab Gayo Lues.
“Gayo Lues merupakan salah satu wilayah strategis di kawasan ekosistem Leuser yang tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi sumber kehidupan, perlindungan, dan keseimbangan ekologis bagi masyarakat lokal dan dunia,” ujarnya.
Amrin berharap proses evaluasi yang dilakukan bersama KfW dapat menjadi landasan perencanaan program lanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, pelestarian kekayaan hayati di Leuser tidak dapat dilakukan sendiri. “Perlu kolaborasi semua pihak, dan Pemkab Gayo Lues akan terus berkomitmen mendukung upaya pelestarian Gunung Leuser sebagai warisan dunia,” katanya.
Kawasan Ekosistem Leuser dikenal sebagai salah satu kawasan hutan tropis terpenting di dunia, menjadi habitat bagi satwa langka seperti orangutan Sumatra, harimau Sumatra, dan badak Sumatra, serta menjadi penyangga kehidupan bagi jutaan penduduk di Sumatra. (*)
































