Menelisik Makelar Jabatan di Lingkaran Panglima

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 14:55 WIB

50559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kisah miris pembisik di lingkaran kekuasaan kembali terjadi di saat Panglima Rakyat Aceh Mualem (panggilan akrab H Muzakir Manaf) memimpin daerah berjuluk tanah rencong. Ironisnya kehadiran sosok yang disebut-sebut pemibisik tersebut justru bukan membisikkan kebaikan, namun justru dikhabarkan melakonkan diri sebagai makelar proyek.

Ibarat kentut, kendatipun tak bisa dilihat wujudnya, namun tercium juga aromanya, pergerakan dominasi yang dilakonkan sang pembisik di Pemerintahan Aceh semakin hari kian semerbak hingga meresahkan banyak pihak.

Para oknum justru menjadi penghubung atau bisa dianggap sebagai makelar yang gencar bertindak menghubungi sejumlah pejabat di lingkungan Setda Aceh dengan tawaran jabatan tertentu dengan nilai Rp 200 juta untuk jabatan eselon III hingga Rp 2 Milyar untuk jabatan kepala dinas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka mengaku orang terdekat Gubernur menelepon dan ajak berjumpa. Lalu, mereka menawarkan atau mengiming-imingi jabatan tertentu di Pemerintahan Aceh. Tapi, ujung-ujungnya meminta setoran upeti untuk jabatan setingkat eselon III sebesar Rp 200 juta dan setingkat eselon II atau kepala dinas sebesar Rp 2 Milyar,” beber salah satu sumber tepercaya di lingkungan Pemerintah Aceh yang meminta agar namanya dirahasiakan dengan alasan keamanan, Rabu 30 Juli 2025.

Menurut sumber tersebut, akan ada perombakan dalam waktu dekat ini, sekitar bulan september atau oktober. “Ada juga pejabat yang percaya ada juga yang tidak,”ujar sumber tersebut.

Sementara itu, sumber lainnya juga menyebutkan, ada pula tawaran-tawaran pemenangan proyek yang diumbar si Makelar dengan membayar sejumlah uang.

“Kalau mau menang proyek ini harus setor sekian ke mereka,” kata sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut, banyak pejabat yang percaya karena selama ini oknum makelar tersebut memang sering berada di samping Mualem. “Banyak juga pejabat dan kontraktor yang percaya, karena memang dia sering di samping Mualem dan juga mendapat jabat strategis di bagian penting berkaitan dengan proyek,” jelas sumber itu.

Tentunya, prilaku culas seperti itu ibarat parasit yang tak bisa dibiarkan begitu saja karena akan merusak citra Pemerintahan Mualem -Dekfad. Ntah apa peran luar biasa si oknum makelar itu dalam pemenangan Mualem-Dekfadh, sehingga bisa menjadi pembisik yang paling di dengar oleh sang Panglima, dan dengan lancangnya melakoni peran sebagai makelar jabatan dan pengaturan proyek. Lalu, bagaimana dengan tim pemenangan Mualem lainnya yang bekerja siang malam demi kemenangan sang Panglima di Pilkada lalu dengan harapan terjadinya perubahan di bumi Aceh.

Salah satu tokoh muda Aceh yang tak berkenan namanya disebutkan berharap agar masalah isu ini dapat diselesaikan secepat mungkin di internal tim pemenangan Mualem. “Jangan sampai isu ini membuat Pemerintahan Mualem hancur dan harapan masyarakat terhadap perubahan dan kemajuan Aceh menjadi hampa,” ujarnya.

Berkaca dari tragedi operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu, yang kena OTT justru seorang pejabat yang dikenal dekat dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasition.

Jika, persoalan jual beli proyek dan jabatan seperti ini terus dibiarkan dan tidak ada sikap tegas dari Mualem, dikhawatirkan preseden buruk itu justru akan terjadi juga di bumi Seramoe Mekkah.

“Sebagai masyarakat Aceh tentunya kita sangat menjaga marwah Mualem sebagai Panglima rakyat Aceh dan tidak ingin permainan para oknum yang merasa ring 1 Mualem tersebut justru malah menghancurkan citra baik Mualem di mata rakyat. Semoga saja Mualem cepat sadar dan bertindak tegas, jangan tunggu KPK datang ke Aceh untuk melakukan OTT,” harapnya. (*)

Berita Terkait

PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Terus Benahi Beban Masa Lalu, Tata Kelola Perusahaan Kian Diperkuat
DPD BM PAN Aceh Jaya Resmi Terima SK Kepengurusan, Siap Perkuat Konsolidasi Politik Muda Menuju 2029
JKA di Ujung Tanduk, Om Sur Desak Gubernur Aceh Ambil Langkah Tegas Selamatkan Kepercayaan Publik
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Personel Ditpolairud dalam Penanganan Banjir
Polda Aceh Gelar Pemeriksaan Senjata Api
Polres Aceh Tenggara Raih Juara II Lomba Video Pendek Pamapta Polda Aceh 2026, Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda
Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:23 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:16 WIB

Semarak Kontes Durian Lokal Aceh Tenggara, Kapolres Bersama Forkopimda Dukung Potensi Durian Unggulan Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:46 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:42 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:37 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah dan Anev Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran, Perkuat Peran Sebagai Garda Terdepan Polri

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:42 WIB

Dari Dua Pelaku ke Pemasok Utama, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Bongkar Jaringan Sabu Medan–Kutacane

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:31 WIB

Polres Aceh Tenggara Kawal Penertiban Pengisian BBM Bersubsidi, Pastikan Tepat Sasaran dan Tertib

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:58 WIB

Awal Kepemimpinan yang Tegas, Polres Aceh Tenggara Berhasil Sita Lebih dari 100 Gram Sabu

Berita Terbaru